Sunday, April 26, 2009

Boikot Pilpres Banjar

Oleh: Taufik Arbain
Saya agak terkejut membaca berita salah satu harian kalau di banua ini ada Forum PPK mengancam boikot Pemilihan Presiden nanti hanya soal ketersinggungan personal atas tuduhan-tuduhan penggelembungan suara. Bayangkan, sebuah forum kecil sangat luar biasa berani melakukan tindakan demikian.

Monday, April 20, 2009

Busung Lapar: “Menjual” Kisah Sedih di Negara Dipa

Oleh: Taufik Arbain

Kabar busung lapar (marasmus) sebagaimana diberitakan Banjarmasin Post membuat warga HSU tersentak. Saya mendapati kabar busung lapar yang mencapai ribuan sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan HSU dr.IBG Dharma Putera, ketika sarapan di Kandangan dalam sebuah perjalanan melakukan penelitian tentang kemiskinan pedesaan di utara Kalimantan Selatan. Kawan-kawan baik para politisi,

Festival Budaya Banjar

Oleh : Taufik Arbain

Kegiatan Festival Budaya Pasar Terapung kali memiliki nuansa yang menarik. Setidaknya, lebih komprehensif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang hanya mengandalkan dua media simbol yakni, jukung dan sungai. FBPT sebagaimana dihajatkan oleh panitia tidak sekedar menampilkan atraksi dan pengingatan kembali kebudayaan sungai bagi urang Banjar, tetapi menampilkan unsur-unsur yang melekat dalam ranah sungai dan daratan.

Kebakaran Kampus STIBA dan Dies Natalis UNLAM

Oleh: Taufik Arbain

Pengantar
Peristiwa kebakaran yang terjadi di Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) Banjarbaru Sabtu malam (4/11) kemarin memberikan makna tersendiri terhadap dunia pendidikan di daerah ini. Bahwa semangat yang telah terbangun bagi mahasiswa untuk peduli terhadap penderitaan penduduk Alalak yang bersenda gurau bersama terik matahari beberapa hari mengumpulkan bantuan dari orang-orang yang lewat,

Geopolitik/Ekonomi Kalimantan dan Hubungan Antar Etnis (Analisis Geopolitik/Ekonomi Daerah di Tengah Isu Separatis dan Negara Federal)

Oleh : Taufik Arbain

Pengantar
Pemahaman geografi tidak terbatas pada masalah batas wilayah/teritorial, space, lokasi maupun potensi sumberdaya yang terkandung di dalamnya, tetapi masuk dalam transformasi segala aktifitas keruangan, strategi, karakteristik geografis, derajat relatifitas sentralitas teritorial negara atas aktifitas ekonomi dan sosial, hirarkhi negara, jangkauan aktifitas negara dan keterhubungan segala ruang.

2007

Oleh: Taufik Arbain
Besok Tahun baru! Kata teman saya. Saya pun mengiyakan. Padahal menurut orang-orang yang pernah memahami filsafat, tidak ada perbedaan waktu dengan waktu yang lain, termasuk perbedaan dan perubahan bentuk bumi. Biasa aja lagi! kata anak-anak gaul saat ini.

Rumput Kuning Kota

Oleh : Taufik Arbain

Sepanjang sejarah peradaban manusia, yang namanya rumput tidak ada yang berwarna kuning. Ianya dipastikan berwarna hijau. Para pujangga dan penyair dunia ketika melukiskan keindahan alam tak ada menyebutkan kata kalau rumput berwarna kuning, kecuali sang pujangga dan penyair dalam aras sedih gundah gulana. Itupun akan menggunakan …/kau lunglai/layu/mengharap kemurahan langit/nampaknya langit sombong/……..dan seterusnya.

PLN Kita

oleh: Taufik Arbain

Kau yang nyalakan
Engkau pula yang padamkan

Saya sering tergelitik melihat persoalan masyarakat berkaitan dengan sering padamnya listrik. Lalu akhirnya teringat lagu Meggy Z, seperti dua bait lirik di atas. Inya tukang nyalai, inya jua tukang pajah. Mengapa sumber energi yang cukup di Kalimantan dan di Kalsel khususnya masalah ini selalu terjadi setiap tahun.
Ada banyak alasan yang dikemukakan pihak PLN.

Kejaksaan: Kada Intat-intat

oleh: Taufik Arbain

Kata intat ini mengingatkan saya semasa kecil saat nenek memanggil untuk meminta bantuan terhadap sesuatu. Saya menolak dan atau ”mencueki” saja permintaan nenek pada masa itu. Inilah sebenarnya kata intat tersebut dimaksudkan, yang dalam kamus Bahasa Banjarnya Prof Djebar Hapip pun tidak ditemukan. Pilihan kata intat ini mencoba mengkonstruksi para pejabat publik kita di daerah ini baik seorang gubernur,

Namanya Angel Lelga

Oleh: Taufik Arbain

Bila dukaku kutitipkan pada langit/
pastilah langit memanggil mendung/.
Bila kutitipkan resahku pada angin/
pastilah angin menyeru badai.......

Namanya Angel Lelga, cantik, berambut panjang, tinggi semampai, mata indah dan berkulit putih. Namun, sedikit kesan di aura wajahnya pangarasan.

Sunday, April 19, 2009

Biarkan Aku Tergoda, Mama! (Catatan Hari Kesepuluh HUT B.Post)

Oleh: Taufik Arbain

Sebuah media yang membawa saya terlibat dalam dunia tulis-menulis bahkan pengalaman garitik hati dalam kehidupan saya adalah Banjarmasin Post. Ketika kecil sekitar tahun 1980-an saat mulai bisa membaca, saya sangat tertarik dengan cerita Tarzan, sebuah cerita bergambar. Demikian pula kartun pada halaman depan yang memberikan kritik dan pesan khusus pada pembaca. Saya sering membuat Ibu jengkel,

Migrasi Orang Banjar di Kalimantan Catatan kecil pola migrasi antar kawasan

Abstraksi
Etnis Banjar salah satu etnis terbesar di kawasan Kalimantan. Penggunaan bahasa Banjar di banyak kawasan Kalimantan, khususnya pada space pasar tradisional menunjukan keberadaan etnis ini lebih lama memasuki kawasan yang bukan daerah adatnya. Hal ini dikarenakan kuatnya arus migrasi meninggalkan daerah asal menuju daerah tujuan hingga membentuk perkampungan dan pemukiman. Pekerjaan di bidang pertanian, perkebunan dan perikanan hingga perdagangan menyebabkan keberadaannya mendominasi perdesaan dan perkotaan pada abad lalu. Namun demikian, migrasi di kawasan Kalimantan sebenarnya lebih disebabkan oleh faktor politik dan ekonomi daerah asal sehingga arus migrasi melampaui batas pulau Kalimantan.
Makalah ini bertujuan untuk menelaah bagaimana pola migrasi etnis Banjar antar kawasan di Kalimantan pada masa lalu dan perkembangan migrasi sekarang dimana sarana transportasi air sebagai sarana migrasi mulai digantikan oleh transportasi darat. Sisi lain mencoba meninjau resistensi keberadaan etnis Banjar dalam kawasan pemukiman daerah tujuan dan pergerakan migrasi susulan dari daerah asal dan transit.

Keyword: kalimantan, migrasi Banjar

Pasca Kalah Pemilu

Oleh: Taufik Arbain

Dalam sebuah diskusi interaktif di TVRI Kalsel, Jumat lalu tentang fenomena pasca pemilu, saya dengan seorang pengurus DPW dari Partai Amanat Nasional Kalsel, Rahmat Nofliardi yang juga narasumber, pandangan kami ditanggapi salah seorang pemirsa. Dikatakannya bahwa tidak perlu dipersoalkan lagi soal DPT, money politic, intimidasi dan lainnya. “ Kalah ya kalah, menang ya menang” demikian ucapan pemirsa via telepon.

Friday, April 17, 2009

Jajangkit Raya: Sebuah Harapan Baru

Oleh: Taufik Arbain
Pengantar
Tulisan ini dipersiapkan beberapa bulan yang lalu, ketika bergulir wacana adanya pemekaran kecamatan di Kecamatan Mandastana Kabupaten Barito Kuala. Kampung Jajangkit yang terdiri dari Jajangkit Muara, Jajangkit Pasar, Jajangkit Barat dan Jajangkit Timur plus Desa Bahandang, Sampurna dan Tatah Pandan akan dikukuhkan menjadi sebuah kecamatan yang beribukota di Jajangkit Pasar.

Jukung dan Fenomena Migrasi Orang Banjar (Catatan untuk Lomba Jukung Hias 2006)

Oleh Taufik Arbain

Tulisan ini diilhami oleh dua peristiwa penting perhelatan budaya di banua dalam tahun ini yang tujuannya melestarikan kebudayaan dan menegaskan identitas budaya banua. Pertama, rencana diselenggarakannya Kongres Budaya Banjar I tanggal 13-14 Desember yang nyatanya harus gigit jari, karena ketidakpiawan petinggi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalsel dalam melakukan even sebuah kegiatan besar di samping kurang surung-kurang sintak yang harus mengecewakan para tetuha dan masyarakat Banjar,

Sunday, April 12, 2009

Sengketa Pemilu 2009

Oleh: taufik arbain

Seminggu sebelum hari “H” pemilu , dalam sebuah seminar di IAIN saya bersama ketua KPUD Kalsel, Ketua Panwaslu Kalsel dan narasumber dari POLDA Kalsel berbicara soal kesiapan dan antisipasi kecurangan pelaksanaan pemilu. Bahkan sehari sebelum hari “ H” di TVRI dan Duta TV. Saya mengungkapkan bahwa ada tiga hal utama kecenderungan kecurangan yang dihadapi menjelang pemilu. Pertama, money politic. Kedua, intimidasi politik dan ketiga maal administratif.

Baliho Usai

Oleh: Taufik arbain
Kemarin adalah hari terakhir masa kampanye. Ini bermakna bahwa instrument dan kegiatan apa pun yang termasuk kategore kampanye dinyatakan tidak ada lagi. Nah, tentu saja untuk kegiatan berupa arak-arakan dan terbuka dipastikan tidak ada lagi, karena para kader,

Pemecatan Bupati HST

Seorang teman dari Hulu Sungai mengontak saya tentang kasus pemecatan bupati HST Pak Syaiful Rasyid ulah DPRD HST beberapa minggu lalu. Saya pada saat liburan di Palangkaraya di tempat mertua, termasuk kaget. Ya… kaget, bahwa DPRD HST rupanya mau mengulang sejarah bagaimana DPRD Provinsi Kalsel pernah melakukan hal serupa kepada Gubernur Sjahcriel Darham dulu karena tekanan para demonstran yang membludak memenuhi gedung DPRD Kalsel.

Ijazah Palsu

Ada sejumlah kawannya kawan yang kebetulan keluarganya menjadi caleg bermasalah soal ijazah yang ramai dipergunjingkan orang. Baik soal ijazah palsu atau ijazah Paket C yang bermasalah. Paling tidak rasa marah dan geram kepada pihak-pihak yang mengkritisi tersebut, karena kata mereka, ”Mengapa baru sekarang dipersoalkan? Mengapa tidak dari sewaktu penetapan Daftar Caleg Sementara (DCS). Iya, kan Taufik?”

Suara Terbanyak

Semenjak putusan MK berkaitan dengan suara terbanyak, seorang teman yang menjadi caleg urutan nomor sepatu salah satu partai politik riangnya bukan kepalang. Pasalnya, tentu saja, adanya suara terbanyak merupakan penegasan bahwa kedaulatan tersebut benar-benar di tangan rakyat, bukan ditangan para politisi atau pengurus partai politik Paling tidak teman ini sebelumnya banyak bercerita soal penetapan nomor urut. Semakin besar konpensasi,

Pendaftaran CAGUB

Oleh: Taufik Arbain

Saya begitu terkesima dan terperanjat dalam space yang besar ada iklan pendaftaran Calon Gubernur dan Cawagub Kalimantan Selatan 2010 – 2015 oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pikiran saya langsung saja teringat dengan seorang senior yang pada suatu ketika pernah berniat ikut kompetisi dalam pilkada Cagub dan Cawagub Kalsel 2010 nanti.

Cagub PAN

Oleh: Taufik Arbain

Kemaren saya membaca salah satu media cetak lokal yang memberitakan tentang pernyataan pentolan PAN daerah ini berkaitan dengan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan digodok PAN untuk dikompetesikan pada 2010 nanti. Hal ini mengingatkan saya pada pemberitaan beberapa hari sebelumnya, ketika pentolan PKS melontarkan adanya jurus sakti soal Cagub dan Cawagub pada 2010 nanti. PAN rupanya tidak mau kalah.