Sunday, June 28, 2009

Sekolah Pasar

Oleh: taufik Arbain
Kemarin minggu saya oleh Primagama Kapuas diminta menjadi narasumber pada seminar Kualitas Pendidikan Kapuas. Saya diamanahkan membahas soal kualitas pendidikan dan kemiskinan penduduk. Hari-hari sebelumnya saya mencari data di Kantor BPS soal jumlah penduduk usia sekolah, angka partisipasi sekolah, usia dan jumlah angkatan kerja, kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia, tingkat kelulusan dan rasio guru dan sekolah serta beberapa variable lain.

Sunday, June 21, 2009

Gaji ke-13

oleh: Taufik Arbain
Kabar adanya gaji ke-13 selalu diidam-idamkan pegawai negeri sipil (PNS) termasuk mereka yang masih berstatus CPNS. Pasalnya gaji ke-13 adalah gaji keberuntungan yang full tidak ada potongan sana-sini oleh bendaharawan gaji di kantor masing-masing. Alasan pemerintah sangat mulia dalam memberikan gaji ke-13 ini, yakni untuk membantu keuangan pegawai negeri dalam biaya anak-anak mereka yang masih mengenyam pendidikan dan meningkatkan kinerja pegawai untuk melayani publik sesuai dengan moto korpri yakni abdi Negara.

BNP dan Ridho

Oleh: Taufik Arbain
Senin lalu, saya ditelpon seorang teman dari Dewan Kesenian Provinsi untuk mengikuti road show BNP, Badan Narkotika Provinsi Kalimantan Selatan ke Marabahan. Teman tadi mengatakan bahwa pengurus Dewan Kesenian dilibatkan untuk turut serta dalam kampanye anti narkoba dan sekaligus pelantikan Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Batola. Rabu,

Saturday, June 20, 2009

Wait and See

Oleh: Taufik Arbain
Saya agak terperanjat dengan statement seorang pengusaha batu bara bahwa soal jalan khusus tambang yang akan diberlakukan pada 23 Juli 2009 nanti, “wait and see saja lah!”. Alasannya menunggu dampak pemberlakuan perda tersebut bagi sopir, masyarakat dan aspek lainnya. Jadi pertanyaannya adalah apa maksudnya? Padahal dampak belasan tahun yang ditimbulkan oleh angkutan batu bara yang melintasi jalan Negara sudah sedemikian parahnya. Belum lagi 2 hari lalu truk batu bara yang ugal-ugalan dengan kencang menambrak pengendara sepeda motor di kawasan jembatan Basirih Lingkar Selatan.

16 Anggota Dewan

Oleh : Taufik Arbain
Berbagai media cetak lokal beberapa hari lalu ramai menurunkan berita soal maraju, maanggap dan mambikotnya 16 orang anggota DPRD HSU pada rencana rapat Paripurna tentang pendapat akhir terhadap lima raperda HSU. Alasannya Bapak Bupati HSU tidak tepat memenuhi janji jadwal agenda rapat penting tersebut. Molor 2 jam! Demikian ungkap salah seorang anggota DPRD HSU. Sesuatu yang sangat memalukan dalam rangka membangun kultur disiplin pegawai.