“jangan sebut saya sebagai pahlawan. Pahlawan adalah mereka yang turun ke jalan. Jadi arahkan mata Anda kepada orang yang tepat” (Wael Ghonim, Mesir 12 Feb2011)
Kalimat itu sengaja saya kutif, karena sangat menarik untuk menjadi renungan. Disisi lain, kasus Gugatan terhadap Mobarak di Mesir, mengalahkan kasus susu formula mengandung bakteri. Tapi intinya dari kedua hal tersebut, sama-sama dalam ranah perlawanan. Jika kasus Mesir adalah perlawanan, kasus susu formula mengandung bakteri adalah ketidakberdayaan.
banua adalah kehidupan banua adalah keperkasaan banua adalah harapan Alamat: Jalan Gatot Soebroto IX, Arthaloka 1, No.7 RT.26 Banjarmasin. E-mail:lukah2009@yahoo.co.id
Sunday, April 10, 2011
Lompat Pagar
Oleh : Taufik Arbain
Istilah loncat pagar lazim sudah didengar banyak orang. Tetapi perilaku lompat pagar biasanya dianggap sesuatu yang tidak lazim, karena ianya dianggap melanggar kepatutan. Orang melakukan lompat pagar memang biasanya dalam situasi darurat, mendesak atau terkadang memang tidak sabar menunggu sang pemilik pagar membukakan pintu pagar.
Istilah loncat pagar lazim sudah didengar banyak orang. Tetapi perilaku lompat pagar biasanya dianggap sesuatu yang tidak lazim, karena ianya dianggap melanggar kepatutan. Orang melakukan lompat pagar memang biasanya dalam situasi darurat, mendesak atau terkadang memang tidak sabar menunggu sang pemilik pagar membukakan pintu pagar.
Terima Kasih
Oleh: Taufik Arbain
Dalam sebuah percakapan seorang teman bercerita soal warung ke warung. Ada yang bercerita sudah menikmati hidangan ini hidangan itu. Dari masakan Banjar, Arab, Jawa, Madura, Cina hingga soal gulai kambing. Yang terakhir ini kebetulan kebanggaan kawan-kawan saya yang kebetulan lebih tua dari saya, sekalipun rupanya seperti saya. Muka boroslah kata teman-teman.
Dalam sebuah percakapan seorang teman bercerita soal warung ke warung. Ada yang bercerita sudah menikmati hidangan ini hidangan itu. Dari masakan Banjar, Arab, Jawa, Madura, Cina hingga soal gulai kambing. Yang terakhir ini kebetulan kebanggaan kawan-kawan saya yang kebetulan lebih tua dari saya, sekalipun rupanya seperti saya. Muka boroslah kata teman-teman.
KTP Elektronik
Oleh: Taufik Arbain
Seorang teman ramai mengisahkan soal Kartu Tanda Penduduk elektronik. Dengan semangatnya ia menyebut e-katipi alias elektronik katepe. Ia pun menyampaikan beberapa komentar dari berita media. Saya pun mencoba menyimak dengan baik cerita teman, lebih-lebih ada rencana biaya pembuatan e-KTP tersebut mencapai Rp. 50.000,-, sebuah angka yang akan menjadi perdebatan bagi orang miskin kota tentang apa pentingnya KTP buat mereka. Syukurnya wakil rakyat kota ini ternyata turut bicara soal “rakyat harus dibela”.
Seorang teman ramai mengisahkan soal Kartu Tanda Penduduk elektronik. Dengan semangatnya ia menyebut e-katipi alias elektronik katepe. Ia pun menyampaikan beberapa komentar dari berita media. Saya pun mencoba menyimak dengan baik cerita teman, lebih-lebih ada rencana biaya pembuatan e-KTP tersebut mencapai Rp. 50.000,-, sebuah angka yang akan menjadi perdebatan bagi orang miskin kota tentang apa pentingnya KTP buat mereka. Syukurnya wakil rakyat kota ini ternyata turut bicara soal “rakyat harus dibela”.
Norman Khan
Oleh: Taufik Arbain
Briptu Norman memang fenomenal di antara isu yang merebak bangsa ini seperti kasus Melinda Dee, tewasnya nasabah Citibank, isu Gedung baru DPR hingga politisi PKS yang menonton video porno saat sidang paripurna DPR.
Briptu Norman memang fenomenal di antara isu yang merebak bangsa ini seperti kasus Melinda Dee, tewasnya nasabah Citibank, isu Gedung baru DPR hingga politisi PKS yang menonton video porno saat sidang paripurna DPR.
Subscribe to:
Posts (Atom)